Kesalahan dasar ini Sering Dilakukan Milenial loh, Gak Jadi Kebeli Deh Rumah Itu!


Sudah menjadi rahasia umum bahwa milenial saat ini banyak yang terancam tidak dapat membeli rumah untuk masa depannya. Terdapat banyak faktor, temasuk; harga tanah dan bangunan yang selalu meningkat hingga biaya hidup yang tinggi.

Selain itu, membeli rumah pastinya tidak semudah saat hendak membeli ponsel. Mulai dari perencanaan keuangan hingga tata cara membeli rumah yang benar, semua ada aturan tersendiri. Jangan sampai menyesal kemudian hari hanya karena belum mempersiapkan rencana membeli rumah dengan matang.

Berikut beberapa kesalahan dasar yang sering dilakukan milenial:

kurang suka membeli asset termasuk properti

Sudah bukan rahasia bagi milenial untuk menunda membeli properti demi gaya hidup yang mahal dan semakin tinggi. Mereka akan lebih memilih apa yang mereka inginkan daripada mereka butuhkan. Termasuk biaya traveling hingga makan cantik. Padahal properti mengalami kenaikan tiap tahunnya dan bisa menjadi asset yang menjanjikan.

Baca juga: 5 Kesalahan Umum Dalam Memilih Apartemen

kurang menabung untuk dana pensiun dan investasi

Nampaknya menabung untuk dana pensiun nyatanya kurang dipikirkan oleh para milenial. Mereka kerap berpikir bahwa masa tua masih panjang perjalanannya. Padahal umumnya seseorang akan memasuki masa pensiun pada usia 55 tahun, sehingga para milenial memiliki waktu sekitar hanya 18 tahun saja untuk mempersiapkan masa tuanya.

Piggy Bank saving. Scr: Pixabay

Investasi sebenarnya termasuk upaya menabung yang yahud. Karena anda tidak dapat sembarangan menarik uang melalui kartu ATM maupun antri di teller bank. Alih-alih menggunakan sisa penghasilan untuk kebutuhan konsumsi, sebaiknya sisihkan beberapa persen di awal untuk berinvestasi.

kurang memperhatikan proteksi perencanaan keuangan.

Kesalahan ketiga yang sering dilakukan adalah kurangnya mementingkan proteksi perencanaan keuangan. Hal ini berdampak fatal pada kondisi finansial di masa depan. Terumata jika terjadi beberapa kondisi tak terduga seperti, penyakit kritis, kecelakaan, hingga meninggal di usia muda.

Nah, proteksi perencanaan keuangan memang benar-benar harus disiapkan. Terumata jika anda berencana membeli rumah. Paling tidak kumpulkan dana DP minimal sebesar 1% dari harga rumah impian anda. Jika perencanaan keuangan ini disepelekan, maka seberapa besar gaji anda, maka dana untuk kebutuhan tak terduga ataupun asset investasi akan tiba-tiba lenyap. Salah satu proteksi perencanaan keuangan adalah dengan mendaftar asuransi, baik kesehatan, jiwa, dan sebagainya.

Baca juga: Kriteria Rumah Impian Para Milenial

Tidak memanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan.

Jika anda memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan dari kantor tempat bekerja dan sedang mencari rumah seharga < IDR 500 juta, maka anda beruntung. Anda dapat memafaatkan kartu tersebut untuk mendapatkan program bantuan biaya perumahan khusus dari BPJS Ketenagakerjaan.

Prosedur yang harus anda lalui pun tidak rumit. Cukup buktikan bahwa diri anda peserta BPJS Ketenagakerjaan dan sampaikan rencana anda untuk membeli rumah incaran. Nantinya, pihak BPJS Ketenagakerjaan akan menyampaikan hal ini pada bank mitra resminya yaitu BTN. Kemudian pihak bank akan membantu pencairan dana untuk pembelian rumah tersebut. Bunga yang ditetapkan pun tergolong rendah yakni hanya 5% selama masa kredit anda.

Baca juga: Tips Dasar Menata Pencahayaan Rumah

Kurang memperhatikan BI Checking

BI Checking adalah sebuah daftar pengecekan yang dimiliki oleh Bank Indonesia (BI) atau dapat diartikan historis dari Informasi Debitur Individual (IDI). Salah satu syarat untuk membeli rumah dengan harga yang lebih murah harus lolos BI checking. Dengan melakukan BI Checking, pihak BI dapat melihat dengan rinci seluruh rekam jeak kreditur maupun debitur. Nah, semua rekam jejak, baik yang baik maupun yang buruk dapat dilihat pada Sistem Informasi Debitur (SID) oleh Bank Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *