Tahapan Pengajukan KPR Agar Langsung di Setujui Bank

Rumah adalah tempat dimana semua anggota keluarga berpulang dan berkumpul. Juga tempat tumbuh kembangnya keharmonisan dan masa depan. Namun tidak semua orang mampu membeli rumah dengan cash. Bahkan umumnya generasi milenial tidak memandang rumah sebagai suatu hal yang perlu dipertimbangkan dengan serius, karena anggaran biaya hidup dan entertainment yang lumayan tinggi.

Namun tenang saja, ada banyak cara menuju roma, termasuk dalam hal pembelian rumah idaman, salah satunya adalah KPR. KPR atau singkatan dari Kredit Kepemilikan Rumah adalah alternative untuk metode pembayaran terbaik.

Baca juga: Paduan Lengkap Sebelum Beli Rumah Perdanamu

Saat ini ada banyak program KPR yang disediakan oleh berbagai bank di Indonesia. Namun kebanyakan dari mereka memberlakukan peraturan yang cukup ketat sehingga banyak dari para pengaju KPR di tolak oleh pihak bank. Tapi tenang, kami mengumpulkan berbagai trik tahapan sebelum anda mengajukan KPR sehingga kemungkinan langsung disetujui bank lebih besar.

Kumpulkan Informasi Awal

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengedukasi diri dengan cara mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Jadi tidak perlu langsung mendatangi bank dan mengajukan KPR, mengumpulkan informasi sebanyak mungkin membuat anda lebih tahu segala hal mengenai KPR di berbagai website keuangan maupun orang terdekat. Mula – mula anda bisa mengumpulkan informasi proses pengajuan KPR, besaran bunga dari berbagai bank, sistem cicilan dan pembayaran DP hingga berbagai macam penalti yang di tetapkan oleh masing – masing bank. Dengan cara ini, persiapan anda pun semakin matang.

Lakukan Perbandingan Bank dan Pilih yang Paling Sesuai

customer service bank. scr: Unsplash

Selain mencari berbagai informasi mengenai segala hal tentang sistem pengajuan KPR, anda juga perlu mencari tahu berbagai bank yang menyediakan jasa proses KPR untuk bahan referensi. Semakin banyak jumlah bank yang bisa dijadikan bahan referensi semakin mudah anda melakukan perbandingan antara bank satu dan bank lain. Sehingga semakin memungkinkan anda untuk memilih bank mana yang paling tidak ribet saat proses pengajuan dan proses pembayaran hingga yang sesuai dengan kebutuhan anda. Memilih bank sama pentingnya dengan memilih rumah mana yang layak dibeli. Karena KPR merupakan tanggung jawab anda dalam jangka panjang dan pengajuannya seringkali sulit disetujui bank.

Lakukan Perhitungan Awal Sesuai Kemampuan Keuangan

Meski belum bertanya langsung ke pihak bank dan langsung mengajukan KPR, ada baiknya jika anda melakukan perhitungan awal sesuai kemampuan keuangan. Perhitungannya termasuk berapa biaya DP, metode pembayaran, dan sistem cicilan dan penalty dan sebagainya melalu berbagai infomasi yang telah dikumpulkan sebelumnya.

Baca juga: 5 Kesalahan Umum Dalam Memilih Apartemen

Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan pihak bank untuk mengatur rencana keuangan anda dengan staff bank yang anda pilih tanpa mengajukan KPR terlebih dahulu. Anda bisa melakukannya jika merasa informasi yang didapat kurang lengkap dan ini menyangkut sejumlah rencana keuangan yang cukup besar.

Lengkapi Persyaratan Sebelum Pengajuan

Setelah mengumpulkan berbagai macam informasi di berbagai media daring atau informasi dari bank jika anda bertanya langsung pada bank yang bersangkutan. Dengan anda mempersiapkan segala persyaratan pengajuan dengan matang maka besar kemungkinan pengajuan KPR anda di setujui oleh pihak bank. Salah satu alasannya adalah bank akan menganggap anda sebagai seorang yang kompeten dana mengambil keputusan untuk ikut program KPR sehingga mereka bisa mempercayai anda.

Lalu, apa saja sih syarat pengajuan KPR? Kami sudah mengumpulkan sekelumit informasi mengenai berbagai persyaratan untuk pengajuan KRP. Yuk, simak syarat – syaratnya berikut ini.

Syarat Pengajuan KPR

menyicil rumah. scr: pixabay
  • Menunjukkan Dokumen Resmi sebagai Warga Negara Indonesia

Sebagai bukti bahwa anda adalah warga Negara Indonesia yang baik dan resmi, anda wajib melampirkan dokumen identitas resmi sebagai warga Indonesia, termasuk KTP, KK, Akta Kelahiran hingga SKCK. Selain dokumen resmi tersebut, calon pembeli harus berusia minimal 21 atau telah menikah.

  • Melampirkan Slip Gaji dan Bukti Anda Bebas Hutang

Melampirkan slip gaji dan bukti bahwa anda bebas hutang adalah salah satu syarat agar bank percaya pada anda bahwa anda mampu dan berkomitmen untuk membayar cicilan KPR yang berjangka waktu panjang. Jadi, untuk mengajukan KPR, anda harus melampirkan slip gaji dan bukti bebas hutang.

Namun jika anda ternyata memiliki hutang, sebagai pemohon anda harus memperhitungkan jumlah cicilan yang realistis sesuai kemampuan ekonomi anda. Selain itu, anda wajib melampirkan laporan pajak dan NPWP sebagai pertimbangan bank. Jika ternyata anda adalah pemakai kartu kredit, rekam pembayaran juga akan menjadi pertimbangan penting dari bank, mereka akan melihat kedisiplinan anda dalam membayar kredit secara tepat waktu.

  • Pembayaran Awal (DP)

Karena mengajukan KPR, pastinya anda perlu membayar DP. Setiap developer memiliki kisaran berapa minimum persen DP yang harus dibayar dan anda bisa mencari tahu secara online, atau bertanya pada seorang developer atau di berbagai pameran properti. Biasanya developer mematok DP rumah sebesar 30% dari harganya, selain itu persiapan juga biaya lainnya seperti biaya appraisal (survey), provisi bank, biaya admin hingga pajak.

  • Memaksimalkan Perfoma Ketika Wawancara Berlangsung

Selain kelengkapan dokumen, ada satu proses lagi yaitu tahap wawancara secara tatap muka dengan pihak perwakilan bank. Tahap ini merupakan survey lanjutan dari bank. Jadi anda harus menunjukkan performa maksimal ketika bertemu dengan bank. Jawab semua pertanyaan, kebanyakan adalah mengenai kondisi keuangan. Jawab semua pertanyaan dengan tenang dan jujur, disertai dengan berbagai dokumen valid. Selain menjawab berbagai pertanyaan tersebut, anda juga bisa menanyakan berbagai hal mengenai sistem pembayaran dan berbagai info yang anda perlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *